Berapa PSI Tekanan Angin Ban Mobil Ideal?

tekanan angin ban mobil
Berapa Ukuran Tekanan Angin Ban Mobil Ideal?

Menjaga tekanan angin ban mobil ideal merupakan salah satu langkah penting dalam perawatan kendaraan yang sering diabaikan. Padahal, tekanan ban yang sesuai tidak hanya membuat mobil lebih nyaman dikendarai, tetapi juga meningkatkan keselamatan, menghemat bahan bakar, dan memperpanjang usia pakai ban.

Sayangnya, masih banyak pengemudi yang mengisi angin ban berdasarkan perkiraan tanpa mengetahui rekomendasi dari pabrikan. Akibatnya, ban bisa kekurangan atau kelebihan tekanan yang berdampak pada performa kendaraan. Jadi berapa tekanan angin ban mobil yang ideal? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Tekanan Angin Ban Mobil Ideal

Apa yang Dimaksud Tekanan Angin Ban Mobil Ideal?

Tekanan angin ban mobil ideal adalah jumlah tekanan udara di dalam ban yang direkomendasikan oleh pabrikan kendaraan. Tekanan tersebut biasanya dinyatakan dalam satuan PSI (Pounds per Square Inch).

Setiap mobil memiliki standar tekanan yang berbeda karena dipengaruhi oleh bobot kendaraan, ukuran ban, jenis suspensi, hingga kapasitas muatan. Oleh karena itu, Anda tidak disarankan menyamakan tekanan ban semua mobil. Informasi tekanan angin yang direkomendasikan biasanya dapat ditemukan pada stiker di pilar pintu pengemudi, tutup tangki bahan bakar, atau buku manual kendaraan.

Berapa Tekanan Angin Ban Mobil yang Ideal?

Meskipun setiap kendaraan memiliki spesifikasi berbeda. Angka tersebut hanya menjadi acuan umum. Prioritaskan selalu rekomendasi resmi dari pabrikan karena sudah disesuaikan dengan karakteristik kendaraan. Berikut kisaran tekanan angin yang umum digunakan pada berbagai jenis mobil:

  • Sedan: sekitar 30–33 PSI.
  • City car: sekitar 30–36 PSI.
  • MPV: sekitar 33–36 PSI.
  • SUV: sekitar 35–40 PSI.

Dampak Tekanan Angin Ban Terlalu Rendah

Tekanan angin yang kurang membuat permukaan ban lebih banyak menyentuh jalan. Akibatnya, hambatan gulir meningkat sehingga mesin harus bekerja lebih keras. Selain membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros, ban yang kurang angin juga lebih cepat aus pada bagian sisi telapak. Kendaraan pun terasa lebih berat dikendalikan dan jarak pengereman dapat bertambah, terutama saat melewati jalan basah. Dalam kondisi yang ekstrem, tekanan ban yang terlalu rendah dapat menyebabkan panas berlebih sehingga meningkatkan risiko ban pecah saat perjalanan jauh.

Lihat juga: Mengetahui Umur Baterai Mobil Listrik dan Cara Merawatnya

Bahaya Tekanan Angin Ban Terlalu Tinggi

Tidak hanya kekurangan angin, tekanan ban yang terlalu tinggi juga dapat menimbulkan masalah. Ban yang terlalu keras memiliki area kontak lebih kecil dengan permukaan jalan sehingga daya cengkeram berkurang. Mobil menjadi lebih mudah tergelincir, terutama saat melewati jalan licin atau hujan.

Selain itu, tekanan berlebih membuat bagian tengah telapak ban lebih cepat aus dan mengurangi kenyamanan karena suspensi terasa lebih keras saat melewati jalan bergelombang.

Lihat juga: Perbedaan CVT dan AT, Mana yang Cocok untuk Mobil Harian?

Kapan Tekanan Angin Ban Harus Dicek?

Pemeriksaan tekanan angin sebaiknya dilakukan setidaknya satu kali setiap bulan. Jika mobil sering digunakan untuk perjalanan jauh, pemeriksaan dapat dilakukan lebih sering. Waktu terbaik untuk mengecek tekanan ban adalah ketika ban masih dalam kondisi dingin atau sebelum kendaraan digunakan. 

Saat ban sudah panas karena perjalanan, tekanan udara di dalamnya meningkat sehingga hasil pengukuran menjadi kurang akurat. Jangan lupa memeriksa ban cadangan karena ban ini sering terlupakan padahal sangat dibutuhkan saat keadaan darurat.

Menjaga tekanan angin ban mobil ideal merupakan bagian penting dari perawatan kendaraan yang tidak boleh diabaikan. Tekanan ban yang sesuai membantu meningkatkan keselamatan, menjaga kenyamanan berkendara, menghemat konsumsi bahan bakar, dan memperpanjang usia pakai ban.

Jangan hanya mengikuti angka umum saat mengisi angin ban. Selalu periksa rekomendasi tekanan yang diberikan oleh pabrikan kendaraan dan lakukan pengecekan secara rutin agar performa mobil tetap optimal dalam berbagai kondisi perjalanan.

Lihat juga: Mirai AURA AI X100 di Jimny Ridwan Hanif: Dibekali Kamera 360 dan ADAS

Mengecek Tekanan Udara Ban dengan Mirai TPMS

Mengetahui keadaan ban mobil secara berkala memang cukup penting. Dengan begitu, Aisuka bisa menentukan kapan sebaiknya mengganti ban mobil. Salah satu keadaan ban mobil yang bisa dicek adalah tekanan udara di dalamnya. 

Kabar baiknya, headunit Mirai TPMS memiliki fitur unggulan yaitu kemampuan mengecek tekanan udara ban mobil secara real-time. Dengan adanya sensor Bundle with Tire Pressure Monitoring Sensor, keadaan tekanan udara pada ban mobil bisa dilihat dengan mudah di layar headunit. Alat sensornya dipasang pada seluruh ban mobil, sehingga informasi yang didapatkan pun secara real-time. 

Kecanggihan headunit Mirai TPMS ini tentu sangat membantu para pengendara yang selalu menjaga keamanan dan kenyamanan mobil.