
Berkendara pada malam hari membuat kamera dashcam menghadapi kondisi yang jauh berbeda dibanding dengan siang hari. Jumlah cahaya yang masuk ke kamera jauh lebih sedikit, sedang lampu kendaraan, lampu jalan, dan sorot lampu dari arah berlawanan bisa mencipta perbedaan tingkat kecerahan yang ekstrem. Di sinilah teknologi Super Night Vision pada dashcam bekerja.
Pada dasarnya, super night vision adalah pendekatan teknologi pencitraan yang didesain supaya kamera mampu menangkap informasi visual dalam kondisi minim cahaya. Namun, cara kerjanya bukan sekedar mencerahkan hasil rekaman. Ada beberapa tahapan yang bergulir, mulai dari cahaya masuk lensa, ditangkap sensor gambar, diubah menjadi sinyal listrik, kemudian diproses menjadi gambar digital.
Apa Itu Super Night Vision pada Dashcam?
Super Night Vision ini adalah fitur dashcam yang bertujuan meningkatkan kemampuan kamera dalam menghasilkan gambar di saat pencahayaan lingkungan lagi rendah. Kondisi ini bisa ditemui di jalan minim penerangan, area parkir gang, atau jalan pada malam hari.
Kualitas super night vision kemudian bergantung pada kemampuan sistem kamera menangkap cahaya yang tersedia. Sensor gambar yang bertugas menerima cahaya melalui lensa dan mengubahnya menjadi sinyal listrik guna mencipta gambar. Saat gelap, semakin efisien sensor menangkap cahaya dan mengendalikan noise, semakin baik pula informasi yang bisa dipertahankan dalam rekaman.
Jadi, teknologi ini memaksimalkan cahaya yang memang tersedia serta mengolah sinyal gambar agar hasil akhirnya tetap bisa digunakan.
Yuk simak tahapan kerja super night vision di bawah ini!
Cahaya Masuk Melalui Lensa
Proses dimulai saat cahaya dari lingkungan masuk melalui lensa. Sumber cahaya pada malam hari ini meliputi lampu jalan, lampu kendaraan, papan reklame, atau lampu depan mobil.
Jumlah cahaya ini jadi faktor penting, karena sensor butuh foton atau cahaya guna membentuk informasi gambar.
Sensor Gambar Mengubah Cahaya Menjadi Sinyal
Sesaat setelah melewati lensa, cahaya diterima oleh sensor gambar. Sensor inilah yang menjadi salah satu komponen utama dalam sistem.
Sensor sendiri terdapat kumpulan piksel yang menerima cahaya. Cahaya ini lantas diubah menjadi sinyal listrik yang selanjutnya diproses jadi informasi gambar.
Sinyal Gambar Diproses untuk Mengurangi Noise
Ketika kamera mencoba meningkatkan kecerahan gambar yang terlalu gelap, noise pada sinyal juga tampak. Oleh karena itu, sistem pencitraan low-light perlu menemukan keseimbangan antara membuat gambar cukup terlihat dan mempertahankan detail.
Kamera Mengatur Exposure sesuai Kondisi Cahaya
Pada kondisi gelap, kamera perlu menentukan berapa banyak cahaya yang harus dikoleksi supaya menghasilkan gambar.
HDR Membantu Mengatasi Lampu yang Terlalu Terang
Malam hari tidak hampir pasti seluruh frame gelap. Sering kali kamera malah menghadapi kombinasi area gelap dan sumber cahaya yang sangat terang. Tanpa pengelolaan dynamic range yang baik, bagian terang bisa mengalami overexposure sedang area gelap malah kehilangan detail.
Hasil Akhir Diproses Jadi Rekaman Video
Pada tahap terakhir ini, data kemudian dikonversi jadi frame video dan disimpan oleh dashcam. Kualitas hasil akhir pun dipengaruhi oleh prosesor gambar, algoritma pemrosesan, kompresi video, resolusi perekaman, frame rate, serta kemampuan sensor dan lensa.
Saatnya pasang dashcam dengan teknologi super night vision dari Mirai sekarang juga!

Artikel Lainnya
MR 1302 AVM: Head Unit Android dengan Dukungan Kamera 360
