Kapan Ban Harus Diganti? Jangan Sampai Terlambat

kapan ban harus diganti
Kapan Ban Harus Diganti?

Ban merupakan satu-satunya komponen mobil yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Kondisinya sangat memengaruhi kenyamanan, stabilitas, hingga keselamatan saat berkendara. Sayangnya, masih banyak pemilik kendaraan yang menunda penggantian ban karena menganggap selama ban belum bocor atau gundul, kondisinya masih aman digunakan.

Padahal, ada beberapa indikator yang menunjukkan bahwa ban sudah tidak layak pakai meskipun secara kasat mata masih terlihat baik. Lalu, kapan ban harus diganti? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Kapan Ban Harus Diganti?

Kapan Ban Mobil Harus Diganti Berdasarkan Usia?

Usia ban menjadi salah satu acuan penting dalam menentukan waktu penggantian. Seiring waktu, material karet akan mengalami proses penuaan sehingga elastisitasnya berkurang. Akibatnya, ban menjadi lebih keras, mudah retak, dan daya cengkeramnya terhadap jalan ikut menurun.

Sebagai patokan umum, ban mobil sebaiknya mulai diperiksa secara menyeluruh setelah digunakan sekitar tiga tahun. Jika usia ban sudah mencapai lima tahun atau lebih, lakukan inspeksi secara berkala di bengkel. Meski tapak ban masih terlihat tebal, ban yang sudah terlalu tua tetap berisiko mengalami kerusakan saat digunakan.

Aisuka bisa mengetahui usia ban melalui kode produksi (DOT) yang tercetak pada dinding ban.

Ban Sudah Menempuh Jarak Tempuh Tinggi

Selain usia, jarak tempuh juga menjadi indikator penting untuk menentukan kapan ban mobil harus diganti. Pada penggunaan normal, ban umumnya mulai mengalami penurunan performa setelah menempuh sekitar 40.000 kilometer. Namun, angka tersebut bisa berbeda tergantung kualitas ban, kondisi jalan, gaya mengemudi, serta perawatan yang dilakukan. Apabila mobil sering digunakan di jalan rusak, membawa beban berat, atau sering melakukan perjalanan jauh, umur pakai ban bisa menjadi lebih singkat.

Ketebalan Tapak Ban Sudah Menyentuh Batas TWI

Setiap ban memiliki Tread Wear Indicator (TWI) yang berfungsi sebagai penanda batas minimum ketebalan tapak ban. Jika permukaan telapak ban sudah sejajar dengan indikator TWI, berarti ban telah mencapai batas keausan dan harus segera diganti. Menggunakan ban yang sudah melewati batas ini dapat mengurangi daya cengkeram, memperpanjang jarak pengereman, dan meningkatkan risiko tergelincir saat jalan basah. Karena itu, pemeriksaan ketebalan tapak ban sebaiknya dilakukan secara rutin.

Permukaan Ban Sudah Gundul Tidak Merata

Keausan ban yang tidak merata juga menjadi tanda bahwa ban sudah tidak bekerja secara optimal. Misalnya, bagian tengah ban lebih tipis dibanding sisi kiri dan kanan, atau sebaliknya hanya salah satu sisi yang mengalami keausan berlebihan. Kondisi ini sering disebabkan oleh tekanan angin yang tidak sesuai, masalah spooring, balancing, atau gangguan pada sistem kaki-kaki mobil. Jika keausan sudah cukup parah, penggantian ban menjadi pilihan yang lebih aman dibanding tetap memaksakan penggunaannya.

Muncul Retakan pada Dinding Ban

Retakan kecil pada dinding ban sering kali dianggap sepele. Padahal, kondisi tersebut menunjukkan bahwa karet ban mulai kehilangan elastisitas akibat usia, paparan sinar matahari, atau suhu yang tinggi.

Retakan dapat berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius apabila ban terus digunakan dalam perjalanan jauh atau kecepatan tinggi. Oleh karena itu, segera lakukan pemeriksaan apabila menemukan retakan pada sisi ban.

Ban Mengalami Benjolan

Benjolan pada ban biasanya terjadi karena lapisan internal ban mengalami kerusakan akibat benturan keras, seperti menghantam lubang atau trotoar. Ban yang sudah benjol memiliki struktur yang tidak lagi kuat menahan tekanan udara. Risiko pecah ban pun menjadi jauh lebih tinggi, terutama saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Jika menemukan benjolan pada ban, sebaiknya jangan menunda untuk menggantinya.

Lihat juga: Kapan Spooring dan Balancing Harus Dilakukan?

Ban Sudah Terlalu Sering Ditambal

Kemudian, ban tubeless memang masih dapat digunakan setelah ditambal apabila kebocoran terjadi pada area telapak ban. Namun, jika ban sudah berkali-kali mengalami kebocoran dan penambalan, kekuatan strukturnya akan berkurang. Hal ini dapat memengaruhi keamanan berkendara, terutama saat digunakan untuk perjalanan jauh. Apabila kondisi tersebut terjadi, mengganti ban dengan yang baru merupakan langkah yang lebih bijaksana.

Lihat juga: Upgrade Head Unit Daihatsu dengan Mirai MR Omni

Mobil Terasa Bergetar Saat Berkendara

Getaran yang muncul saat mobil melaju tidak selalu berasal dari sistem suspensi atau velg. Ban yang sudah aus, tidak rata, atau mengalami kerusakan juga dapat menyebabkan getaran pada setir maupun bodi kendaraan. Jika balancing sudah dilakukan tetapi getaran masih muncul, ada kemungkinan kondisi ban memang sudah tidak layak digunakan lagi.

Mengetahui kapan ban mobil harus diganti sangat penting untuk menjaga keselamatan selama berkendara. Jangan hanya berpatokan pada kondisi ban yang masih terlihat tebal. Melakukan pemeriksaan ban secara rutin dan menggantinya pada waktu yang tepat dapat mengurangi risiko kecelakaan sekaligus membuat pengalaman berkendara menjadi lebih nyaman dan aman.

Lihat juga: Tips Memilih Entertainment Mobil agar Perjalanan Jauh Semakin Nyaman

Mengecek Tekanan Udara Ban dengan Mirai TPMS

Mengetahui keadaan ban mobil secara berkala memang cukup penting. Dengan begitu, Aisuka bisa menentukan kapan sebaiknya mengganti ban mobil. Salah satu keadaan ban mobil yang bisa dicek adalah tekanan udara di dalamnya. 

Kabar baiknya, headunit Mirai TPMS memiliki fitur unggulan yaitu kemampuan mengecek tekanan udara ban mobil secara real-time. Dengan adanya sensor Bundle with Tire Pressure Monitoring Sensor, keadaan tekanan udara pada ban mobil bisa dilihat dengan mudah di layar headunit. Alat sensornya dipasang pada seluruh ban mobil, sehingga informasi yang didapatkan pun secara real-time.