
Ban mobil merupakan komponen vital yang berperan langsung dalam keselamatan berkendara. Sayangnya, masih banyak pengemudi yang tanpa sadar melakukan kebiasaan yang justru mempercepat kerusakan ban. Padahal, dalam kondisi normal, ban mobil bisa digunakan hingga puluhan ribu kilometer. Namun, kebiasaan yang keliru dapat membuat ban lebih cepat aus, retak, bahkan berisiko pecah di jalan.
Inilah 5 kebiasaan yang bikin ban mobil cepat rusak. Jangan sepelekan ini agar ban mobil Aisuka tetap awet!
Kebiasaan yang Bikin Ban Mobil Cepat Rusak
Mencuci Ban dengan Air Tekanan Terlalu Tinggi
Pertama, mencuci mobil dengan air bertekanan tinggi memang memudahkan membersihkan kotoran yang menempel. Namun, jika semprotan terlalu dekat dan terlalu kuat mengenai ban, hal ini dapat merusak lapisan luar karet. Dalam jangka panjang, ban bisa menjadi lebih cepat kering dan rentan retak. Oleh karena itu, penting untuk menjaga jarak semprotan dan menggunakan tekanan air yang wajar agar kondisi ban tetap terjaga.
Lihat juga: Manfaat Dashcam Dual Kamera untuk Perjalanan
Terlalu Sering Menggunakan Semir Ban
Selanjutnya, semir ban sering digunakan untuk membuat tampilan kendaraan lebih menarik. Namun, penggunaan yang berlebihan justru bisa berdampak negatif. Kandungan bahan kimia seperti silikon dapat meresap ke dalam karet ban dan mengurangi elastisitasnya. Akibatnya, ban lebih mudah retak dan bahkan bisa menjadi licin, terutama saat kondisi jalan basah. Penggunaan secukupnya sudah cukup untuk menjaga tampilan tanpa merusak kualitas ban.
Terlalu Sering Menambal Ban Tubeless
Ban tubeless memang dikenal praktis karena tidak langsung kempis saat tertusuk benda tajam. Namun, terlalu sering melakukan tambal ban juga bukan solusi yang baik. Jika jumlah tambalan sudah terlalu banyak, struktur ban menjadi tidak stabil. Hal ini bisa mengurangi daya cengkram ban terhadap jalan dan meningkatkan risiko kecelakaan. Dalam kondisi tertentu, mengganti ban adalah pilihan yang lebih aman dibanding terus menambalnya.
Lihat juga: List Tarif Tol Surabaya-Malang 2026 di Semua Gerbang
Tekanan Angin Tidak Sesuai
Berikutnya, tekanan angin ban yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan merupakan salah satu penyebab utama ban cepat rusak. Tekanan yang terlalu rendah dapat membuat sisi ban lebih cepat aus, sementara tekanan yang terlalu tinggi bisa membuat bagian tengah ban cepat botak. Selain itu, kondisi ini juga berdampak pada kenyamanan dan konsumsi bahan bakar kendaraan.
Mencuci Ban dengan Deterjen
Terakhir, penggunaan deterjen untuk mencuci ban masih sering dilakukan, padahal bahan kimia di dalamnya dapat merusak karet. Deterjen dapat mengikis lapisan pelindung ban dan mengurangi elastisitasnya. Jika dilakukan terus-menerus, ban akan lebih mudah retak dan tidak lagi optimal dalam mencengkram permukaan jalan. Sebaiknya gunakan sabun khusus mobil yang lebih aman untuk komponen kendaraan.
Lihat juga: Tarif Tol Kertosono-Madiun Terbaru 2026 Semua Golongan
Mengecek Tekanan Udara Ban dengan Mirai TPMS
Mengetahui keadaan ban mobil secara berkala memang cukup penting. Dengan begitu, Aisuka bisa menentukan kapan sebaiknya mengganti ban mobil. Salah satu keadaan ban mobil yang bisa dicek adalah tekanan udara di dalamnya.
Kabar baiknya, headunit Mirai TPMS memiliki fitur unggulan yaitu kemampuan mengecek tekanan udara ban mobil secara real-time. Dengan adanya sensor Bundle with Tire Pressure Monitoring Sensor, keadaan tekanan udara pada ban mobil bisa dilihat dengan mudah di layar headunit. Alat sensornya dipasang pada seluruh ban mobil, sehingga informasi yang didapatkan pun secara real-time.
Kecanggihan headunit Mirai TPMS ini tentu sangat membantu para pengendara yang selalu menjaga keamanan dan kenyamanan mobil.
Klik di sini untuk dapatkan produknya!